Mau Mabok? Mahal!

2

Seperti kebanyakan negara-negara Eropa lainnya,

Bir disini itu sama dengan Carbonated Drink buat Orang Indonesia

Mau jenis minuman beralkohol yang mana? Selama empat bulan saya di Norway, saya dapat kursus minuman beralkohol gratis, mau bir, cider, anggur, vodka, tequila, atau jus buah tapi ada kadar alkoholnya, I finally know it, even not drink it yet. Belum ada passion buat ngerasain walaupun tempting banget disini. Mungkin gara-gara mereka hardwork mulai Senin-Jumat, weekend adalah waktu pembalasan dendam alias mabok disini ya mabok-semaboknya, party time, rebutan stok bir di Kiwi Mini Pris, Rimi, Rema, BunPris, Joker sebelum jam enam sore.

Yeah, walaupun alkohol disini berasa softdrink di Indonesia, tapi hal yang paling menarik untuk diambil pelajaran adalah aturan yang dibuat oleh pemerintah tentang minuman beralkohol.

MAHAL *the most expensive price in europe*. Minuman beralkohol, minimal Beer, mahalnya ga karu-karuan, mulai temen yang asalnya dari Austria, Inggris, Ceko, Slovakia, USA, Bolivia, Germany, India, dst said that “Bir disini mahal gilaaa, 15 euro untuk satu gelas“. He, bukannya ikut bersedih, saya ngekek alias ketawa pas mereka complain tentang mahalnya harga bir di Oslo. Bahkan ada yang bilang, “Aku disini gak pernah mabok, padahal setiap pesta atau weekend time, aku mabok-mabokan sama temenku, tapi karena harga bir disini gak masuk akal mahalnya, I never drunk then”. Hihi. Logikanya, yang sering mabok itu berarti lumayan tajir. Free cruise ataupun toko mengapung di kapal Norway-Denmark, sering dijadikan ajang untuk shopping bir murah buat anak-anak mudanya, mereka bawa tas gede ataupun koper cuma buat beli berkrat-krat bir kaleng atau minuman beralkohol yang lebih murah. Alhasil, petugas bea cukainya menerapkan aturan jumlah maksimal [liter] minuman beralkohol yang boleh masuk Norwegia waktu kepulangan mereka dari cruise. Ngekek lagi pas liat langsung gimana mereka bawa tas sama koper kosong pas berangkat dan penuh bir waktu pulang. Party, atau undangan makan-makan yang ada free alkoholnya jadi acara paling menarik untuk mahasiswa-mahasiswa beasiswa disini, yeah, time get free wine and beer! hehe, dasar kantong mahasiswa, dimana-mana sama, liat gratisan, pada ngiler.

3Pajak yang dibebankan negara untuk minuman berakhohol memang tinggi, apalagi yang dijual di bar, pub, restoran, lebih mahal dari sekaleng bir di swalayan-swalayan paling murah di Norway. Pengen mabok? Strateginya orang-orang disini kalau mau nge-pub, beli sekrat kaleng bir di swalayan, minum banyak beer dulu di rumah, sekitar jam 11an ke atas baru berangkat ke bar, pub atau pesta, nah, cukup 2-3 gelas mereka udah jadi mabok beneran karena udah mabok dirumah dulu sebelum berangkat. Pajak tinggi dan harga yang terkenal paling gak masuk akal untuk bir di Norway ataupun negara Scandinavia yang lain (Stockholm) bukan cuma untuk mencari untung, tapi tidak terlepas dari sejarah orang-orangnya yang dulu suka minum dan akhirnya tidak produktif karena hidupnya cuma bangun tidur, minum-minum, mabok, dan cenderung males bekerja. Bahkan, Norwegia pernah menjadi negara paling miskin di Eropa. Melihat keadaan yang seperti itu, pemerintah mengambil peran untuk mensejahterakan masyarakatnya dengan mengontrol ketat penjualan minuman beralkohol, hanya negara yang boleh menjual alkohol [ada tempat-tempat tertentu untuk membeli wine atau minuman beralkohol lainnya], dan pajak yang tinggi, supaya orang-orang pada mikir dua kali kalau mau beli minuman beralkohol, and, it’s work now.

7TIME KEEPER and SHOW ME YOUR ID! Ada waktu-waktu tertentu untuk membeli alkohol, Senin-Jumat, maksimal jam delapan malam untuk membeli alkohol, untuk Sabtu maksimal jam enam malam, dan semua pembelian alcohol tutup di hari minggu, meskipun tokonya buka. He. Sering denger flatmates pada ngeluh pas weekend g bs beli bir karena udah kelewat jam enam. Jadi, kalau mau nambah minuman beralkohol setelah pesta atau pulang nge-pub, kayaknya mustahal, alias ga mungkin. Jadi, harus direncakan dengan tepat untuk alcohol weekend time-nya. Eaa. Show me your ID! You have to more than 18 years old ataupun di atas 20 tahun untuk beli alcohol dengan kadar di atas 22 persen. Kalau gak siap-siap dikasih lolipop atau ditolak. Di Indonesia, kalau beli bir gampang banget, tinggal ke Indomaret, SevenEleven, Circle K, Alfamart, ataupun minimarket2 yang lain, tanpa nunjukkin ID car aja, anak kecil bisa melenggang keluar dengan sekantong plastik bir atau minuman beralkohol yang lain. Kalaupun pemerintah mau monopoli alkohol kayak di Scandinavia endingnya, maaf, paling ada korupsi terkait  tender penyediaan minuman beralkohol.

Hidup alkohol, eh, maksudnya, hidup aturan terkait alkohol di Scandinavia!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s