Au Pair sebagai Family Member atau Workers?

tumblr_mb86ioBllT1rhsckqo1_500”…the number of au pair is still small, but the actual number of persons employed as au pairs is unknown…”

Kata Au-Pair berasal dari bahasa Perancis yang artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti‚ berdasarkan timbal balik atau to take & to give’. Definisi secara umum au pair adalah wanita muda[i] yang pergi ke Eropa atau negara lain di dunia untuk belajar bahasa Inggris dan pertukaran budaya. Namun, perlu lebih di perjelas bahwa menjadi au pair bukanlah sekedar program summer course yang mempunyai misi akademik belajar bahasa Inggris dan pertukaran budaya. Lengkapnya, Au-Pair adalah sebuah program pertukaran budaya, dimana pesertanya (Au Pair) tinggal di sebuah keluarga (host family) yang mempunyai anak. Kewajiban au pair selama tinggal dengan host fam adalah menjaga anak dengan jam kerja tidak lebih dari 30 jam per bulan, hasilnya au pair akan mendapat pocket money (€300-450/bulan). Kebutuhan sehari-sehari au pair dipenuhi oleh host fam, serta proses pertukaran budaya didapatkan melalui proses homestay au pair dengan host fam.

Di era globalisasi, perpindahan dari satu negara ke negara lain semakin mudah. Ada banyak alasan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi au pair, yaitu mencari pengalaman kerja, belajar bahasa Inggris, keluar negeri dengan budget yang minim, batu loncatan meneruskan kuliah keluar negeri, dan mencari jodoh. Negara-negara favorit tujuan Au Pair Indonesia di Eropa adalah Belanda, Perancis, Jerman, Norwegia, Denmark, dan UK.

Walaupun au pair yang dicari di Eropa kebanyakan adalah au pair dari Filipina terkait dengan ketrampilan bahasa dan ketrampilan kerja, banyak cerita positif dan negatif tentang kehidupan para au pair Indonesia di Eropa. Au pair memang memiliki kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban secara jelas. Namun, au pair seyogyanya adalah program cultural exchange, dimana para au pair tinggal dengan host fam sebagai bagian dari keluarga layaknya seperti anak tinggal dirumah orang tuanya. Anggapannya, sebagai seorang anak, kita juga tidak akan menuntut hak-hak kita yang tertulis di kontrak kerja kita, seperti pegawai kantor menuntut hak mereka pada pemberi kerja.

Sampai saat ini, memang belum ada kasus yang menggemparkan terkait dengan au pair Indonesia di Eropa.  Kasus yang sering terjadi dengan au pair Indonesia hanyalah ketidakcocokan dengan host fam, tidak dibayarnya pocket money oleh host fam, dan penipuan oleh agen penyalur au pair. Tahun 2012, Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) di Den Haag menerima 4-5 laporan kasus au pair dari Indonesia yang mengalami eksploitasi atau pelecehan. Sayangnya, pelaporan tersebut tidak mau ditindaklanjuti oleh para korban kebanyakan akhirnya kabur dari agen dan keluarga dan menjadi undoc domestic workers lalu pulang lewat iom. Mereka tidak mau melanjutkan kasus karena terkendala dalam menyediakan butuh bukti-bukti.

Oleh karena itu, status hukum au pair dapat dikatakan masih abu-abu, pelajar atau pekerja? Baik, dalam kasus migran worker dan au pair, Indonesia harus lebih aware atau belajar dari banyaknya kasus au pair Filipina (eksploitasi, kekerasan, diskriminasi, prostitusi) di beberapa negara Eropa (Belanda dan negara-negara Skandinavia)[ii] sehingga akhirnya Filipina bersikeras membuat ‘Guidelines on the recruitment and deployment of Filipino au pairs to Switzerland’ tentang status hukum au pair di negara penerima sebagai foreign person, host fam, serta agen penyalur au pair yang diizinkan oleh pemerintah Filipina. Di beberapa negara Eropa yang telah meratifikasi the Council of Europe’s Agreement on au pair placement, seperti Perancis, Italia, Denmark, Spanyol, Norwegia, para au pair sudah dapat meminta visa dengan status sebagai au pair yang mana dikategorikan sebagai domestic worker atau mobile worker. Sedangkan, hal yang sering terjadi, para au pair Indonesia mendapatkan visa berangkat sebagai pelajar (student).

 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menetapkan tujuan bangsa Indonesia merdeka untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan mewujudkan kesejahteraan umum. Konsekuensinya setiap WNI tanpa melihat status sosial harus dibela dan dilindungi hak konstitusionalnya untuk memperoleh perlindungan hukum dan memperoleh penghidupan yang layak. Payung hukum yang dapat dipergunakan untuk menegaskan status au pair dalam sistem hukum Indonesia terdapat dalam Pasal 27 ayat (2) UUD 1945; UU No. 11 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Konvensi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya; Konvensi ILO 189 dan Rekomendasi ke 201; Tentang Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga disahkan pada 16 Juli 2011 dalam sidang Konferensi ILO ke 100 di Jenewa Swiss. Namun, terdapat beberapa kendala untuk menyiapkan kerja sama au pair adalah saat ini, belum ada rumusan khusus yang bersifat formal tentang pengertian domestic workers dalam sistem hukum dan perundang-perundangan Indonesia; domestic workers masih dikategorikan sebagai helper karena keberadaan mereka dianggap sebagai invisible powers.

Mengesampingkan ketiadaan au pair dalam kebijakan nasional Indonesia. Dengan pertimbangan, semakin meningkatnya animo anak muda Indonesia akan program au pair, maka Indonesia diharapkan menyediakan akses kerja sama dalam pengiriman au pair ke Eropa. Ada beberapa hal yang perlu diperjelas dalam isu penyusunan kerja sama internasional terkait au pair, yaitu pendataan jumlah au pair Indonesia, legal framework status au pair, mekanisme kontrol agen penyalur au pair, serta perlindungan hukum au pair.

 


[i] Tidak menutup kemungkinan laki-laki menjadi Au Pair karena dalam waktu sepuluh tahun terakhir, walaupun tidak sebanyak jumlah wanita, laki-laki ada yang melamar menjadi Au Pair di Eropa.

[ii] Abused Domestic Workers in Europe: The case of au pairs, Directorate General For Internal Policies, Policy Department C: Citizens’ Rights and Constitutional Affaires, European Parliament, 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s