“Jangan pernah tulis namaku dalam secarik kertas atau papan, namun tulis namaku dalam sebuah pikiranmu sebagai sebuah nama yang tak pernah terhapus”
“Jangan pernah puisikan aku dalam sebuah bait, tapi puisikan aku dalam bibirmu”
“Jangan pernah nyanyikan aku dalam bibir saja, namun lagukan aku di dalam telingamu sebagai alunan musik yang selalu mengirimu”
“Jangan lukis aku dalam kanvas, namun lukis aku dalam bola matamu sebagai sosok yang tak pernah sirna”
“Jangan pikirkan orang lain dikala aku sedang memandangmu atau tersenyum padamu…”
“Jangan sakit, sedih, dan menangis saat aku menyakitimu, karena akuakan lebih sakit dan sedih ketika menyakitimu”
“Berteriaklah dan menjeritlah saat kau marah, bersorak dan bergembiralah saat kau suka, namun, jangan diam membisu dihadapanku..”
“Jangan pernah sedih dan menangis saat aku tidak ada, karena aku tak akan bisa lagi menghapus air matamu”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s