Yang terhormat kanker

cats

“Because there is no glory in illness. There is no meaning to it. There is no honor in dying of.”
-John Green-

Yang terhormat tuan dan nyonya kanker, pasti kau sering mendengar slogan, hiduplah yang sehat, jangan makan jajan sembarangan di pinggir jalan,  jangan makan junk food, masaklah sendiri makananmu, mengurangi resiko penggunaan bahan pengawet, let me tell you, ibuku selalu berusaha memasak sendiri semua makanan, untukku, bapak, kakak, walaupun kadang, aku mengabaikannya, ibuku selalu berusaha membuat “home made” jajanan ala pinggir jalan seperti pempek, penthol, tahu gulung tepung panir, tempura, dan lain-lain. Beliau sudah berusaha membuat keluarganya sehat, beliau bahkan mengajariku untuk menanam sendiri sawi, cabe, tauge, empon-empon di kebun sejak kecil, organic food time!.

Jangan sering minum kopi instan, minuman instan, mie instan, let me tell you, ibuku adalah orang paling cerewet saat tahu aku dan kakak makan mie instan tanpa sayur, ya, ibuku adalah penggila kopi, tapi beliau selalu menggoreng dan meracik biji kopinya sendiri, tidak terlalu suka manis, try to avoid the diabetes.

Jangan merokok, merokok dapat menyebabkan kanker, let me tell you, ibuku adalah orang paling marah kalau ada bau rokok dirumah, tidak ada satupun di keluarga kami yang merokok di dalam rumah, beliau selalu berkata, “asbak dirumah hanya untuk tamu! dan… kalau temanmu ada yang merokok dilarang keras di dalam rumah! Mengerti?”

Tidakkah kau melihat kanker, dia sudah berusaha menjauh darimu, dia melarangmu datang, tapi sepertinya kau mengabaikannya.

Dengan naif dan bodohnya aku tidak mengenali tanda-tanda keberadaanmu, aku baru tahu kehadiranmu saat kau sudah menyebar di rongga-rongga liver ibuku atau kata dokter Jih “stadium akhir.”

Ibuku bahkan sudah berusaha keras mengusirmu untuk menunjukkan kau sungguh tidak diinginkan. Setiap hari beliau selalu berusaha menelan enam butir pil xeloda yang super besar itu, tidak hentinya aku mensugesti tangan-tangannya yang hitam itu akan kembali berwarna putih kekuningan, tetap memuji rambutnya yang masih tebal dan hitam, memuji raut wajahnya yang mengkeriput kurus masih cantik dan berseri seperti dulu.

Kemo TACE adalah wujud terakhir usaha ibuku untuk mengusirmu dengan gigih, ingatkan kau, hampir sebulan beliau berada di ruangan kemo berwarna hampir semuanya hijau itu, dengan para pasien lain yang saling menyemangati untuk menghadapi rasa jenuh, mual, pusing, sakit yang tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya. Tidakkah kau melihat, bahkan buku-buku doa tidak pernah jauh dari bantalnya.

Di ruangan kemo itu, setidaknya, aku akan hanya tidur satu jam sepanjang malam, dan di pagi hari ibuku selalu memamerkan senyum paling hangatnya padaku sambil berkata, “Ambillah kopimu dulu selagi cleaning service membersihkan ruangan ini”

Tidakkah kau melihat itu semua? Tidak, ya, itu jawabanmu. Kau tetap datang, tidak mau beranjak dan akhirnya membawa ia pergi dariku.

Aku sering diajak berdialog, sering dikatai cerewet, kering toleransi, SPBU, apabila ada orang merokok, tahukah kenapa aku secerewet itu? Aku iri, sangat iri, bahkan cemburu, mereka merokok, tapi masih sehat, jauh darimu, jauh dari bangsal-bangsal berbau obat itu. Aku iri, bagaimana mereka tidak merasakan sakitnya hati yang tergores karena kehilangan seorang malaikat karenamu. Aku iri, bagaimana mereka tetap menghabiskan rokok satu per satu tanpa harus merasakan sakitnya memendam rindu setengah mati pada satu-satunya pemilik tangan yang ingin dicium saat pulang kerumah, pemilik suara yang ingin didengar saat diterima bekerja atau menikah.

Sepertinya, menjadi perokok aktif ataupun pasif, artinya tetap sama. Bau asap rokok itu harus aku anggap sebagai parfum berbentuk asap tebal berbau tembakau. Tidak menjadi masalah merokok langsung atau sekedar menikmati harum asapnya. Kau bisa datang di keduanya.

NB: Lain kali kalau datang kasih tahu lebih dini ya. Setidaknya bisa persiapan mental.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s