Surat untukmu Para Lelaki Indonesia dari Perempuan yang Mencoba Menutup Auratnya

 1

Dulu, saat kami para perempuan belum berjilbab / berhijab, banyak dari kalian memberondong kami dengan pertanyaan, “Kenapa belum berjilbab? Menunggu apa? Kematian itu bisa datang sewaktu – waktu”. Kalaupun tidak dalam bentuk pertanyaan, tapi dalam bentuk nasehat, “Perempuan pakai jilbab itu kelihatan lebih cantik, elegan, adem, dan menghindarkan diri dari pandangan nakal lelaki”.

2

Kemudian, saat kami memakai khimar / jilbab, ya, memang kami tidak bisa diseragamkan sebagaimana perempuan – perempuan di Jazirah Arab yang semuanya hampir memakai Abaya Hitam di ruang publik, ataupun seperti perempuan – perempuan di Taliban yang selalu  memakai Abaya Biru kemanapun mereka pergi. Kalian kembali mengatakan, “Pakai jilbab kok setengah – setengah, lekukan di badan masih kelihatan, dasar penganut jilboobs”, “Jilbab itu sejatinya melindungi diri dari pandangan para lelaki, bukan malah menarik pandangan, dasar hijabers!”.

Kemudian, saat kami memakai penutup aurat yang sampai menyapu jalan, kalian mengatakan, “Jangan terlalu fanatik sama agama deh, secukupnya saja, ini di Indonesia”.

3

Iya, kami memang perempuan yang agamanya mungkin belum bisa disandingkan dengan Siti Khadijah atau Aisyah, para istri Rasulullah, jauh sekali, namun tidakkah kalian tahu, saat kami sudah mengenakan khimarpun, saat kami sudah mengenakan jilbab yang menjuntai hingga bisa dikatakan menyapu debu di tanah, kami masih sering mendapatkan kenakalan dari kalian para lelaki yang memang “Tidak Bisa Menundukkan Pandangan”.

4

Untukmu para lelaki Indonesia yang masih sering menggoda kami perempuan berjilbab yang tengah lewat didepanmu dengan sapaan yang katamu syariah, “Assalamualaikum mba…”, “Subhanallah adem ya liat mba…”, dan lain – lain. Kami merasa terganggu dengan semua itu. Mana kata – katamu yang katanya memakai jilbab akan menghindarkan diri dari kenakalan laki – laki.

5

Untukmu para lelaki Indonesia yang masih sering mencela kami dengan kalimat, “Cewek berjilbab kok masih bertingkah yang membuat laki – laki bernafsu”. Bolehkah aku berkata seperti ini, kami perempuan memang diciptakan, salah satunya sebagai  perhiasan dunia. Tidakkah kau pernah membaca atau mendengar, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik – baik perhiasan dunia adalah Wanita Saleha”.

Untukmu para lelaki Indonesia, boleh ya aku berpesan, banyak dari kami yang memang masih bertingkah laku yang membuat orang lain berpikiran, “Pake Jilbab kok kayak gitu kelakuannya, ga usah pakai jilbab sekalian”. Kalau kata orang, “Namanya juga sedang dalam perjalanan, kadang salah alamat, kadang kesasar, kadang waktunya istirahat”. Berpikiran lebih terbukalah pada kami, dengan juga melihat bagaimana dirimu sendiri.

6

Untukmu para lelaki Indonesia, boleh ya aku berpesan, buat kami merasa nyaman dalam berjilbab, buat kami merasa nyaman dalam beragama dengan Jagalah Pandanganmu sendiri dari kami, tundukkan pandanganmu dari kami. Bukankah sumber dari semua perkataanmu adalah Pandangan Mata?

Terima Kasih bilamana esok setelah kalian baca surat ini, kami tidak lagi diganggu dalam proses hijrah kami. Manusia itu tempatnya salah lho ya. Manusia itu makhluk yang paling banyak mengeluh. Baiknya, mari berhijrah bersama menjadi pribadi yang lebih baik.

By : Aulia Rahmawati (Legal Corporate yang Belum Menyelesaikan Passionnya di Bidang Jurnalist)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s