Bersyukurlah Kalau Kamu adalah “Pribumi” di Indonesia

Berawal dari sebuah telepon yang menanyakan perihal status apartemen milik suaminya yang telah meninggal dan anak – anaknya masih dibawah umur. “Maaf bu sebelumnya, Ibu Pribumi atau Tionghoa?”, “Maaf bu, Ibu Islam atau Non Islam”. Untuk sesaat, rasanya pertanyaan tersebut sangat rasis mengingat kita sudah hidup di era yang menjunjung demokrasi dan equality. Berikut sedikit gambaran kenapa saya mengatakan bersyukurlah kalau kamu adalah Pribumi di Indonesia bilamana dilihat dari perspektif hukum waris.

Untuk kamu yang WNI Pribumi

kacar-kucur

Untuk WNI pribumi, Surat Keterangan Waris dibuat dibawah tangan, ditandatangani oleh semua ahli waris, dengan disaksikan atau turut ditandatangani oleh 2 (dua) orang saksi dan diketahui dan dikuatkan oleh Lurah dan Camat. Sedangkan untuk pembuatan Surat Keterangan Waris yang didahului oleh sengketa para ahli waris maka pembuatan SKW oleh Pengadilan Agama dalam bentuk Fatwa Waris (Islam) Pasal 49 huruf b UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Pembuatan Surat Keterangan Waris secara bawah tangan tidak memerlukan pengecekan wasiat terlebih dahulu dan dalam Surat Keterangan Waris tersebut juga tidak mencantumkan besarnya bagian dari masing-masing ahli waris terhadap harta warisan. Sedangkan di dalam fatwa waris dicantumkan bagian masing-masing ahli waris. Sedangkan, penetapan ahli waris yang beragama selain Islam dibuat oleh Pengadilan Negeri. Dasar hukumnya adalah Pasal 833 KUHPerdata.

Untuk kamu yang WNI Tionghoa atau Keturunan

12

Untuk WNI keturunan Tinghoa dan Eropa, pembuatan Surat Keteragan Warisnya dilakukan oleh notaris dengan didahului pengecekan wasiat ke Pusat Daftar Wasiat di Kemenkumham. Kalau Ahli Waris masih dibawah umur, maka diharuskan mengajukan Penetapan Ahli Waris di Pengadilan Negeri.

Untuk WNI keturunan Timur Asing (Arab dan India), Surat Keterangan Waris untuk golongan ini dibuat di Balai Harta Peninggalan (BHP).

Surat Keterangan Waris (SKW)

ahli waris

Adapun surat keterangan waris (verklaring van erfrecht) yang dibuat oleh notaris adalah keterangan waris yang dibuat bagi ahli waris dari warga/golongan keturunan Tiong Hoa. Surat keterangan waris tersebut dibuat di bawah tangan, tidak dengan akta notaris. Pembuatan surat keterangan waris bagi keturunan Tiong Hoa oleh notaris, menurut notaris Edison, mengacu pada surat Mahkamah Agung (“MA”) RI tanggal 8 Mei 1991 No. MA/kumdil/171/V/K/1991. Surat MA tersebut telah menunjuk Surat Edaran tanggal 20 Desember 1969 No. Dpt/12/63/12/69 yang diterbitkan oleh Direktorat Agraria Direktorat Pendaftaran Tanah (Kadaster) di Jakarta, yang menyatakan bahwa guna keseragaman dan berpokok pangkal dari penggolongan penduduk yang pernah dikenal sejak sebelum merdeka hendaknya Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) untuk Warga Negara Indonesia itu:  Golongan Keturunan Eropah (Barat) dibuat oleh Notaris; Golongan penduduk asli Surat Keterangan oleh Ahli Waris, disaksikan oleh Lurah/Desa dan diketahui oleh Camat ; Golongan keturunan Tionghoa, oleh Notaris; Golongan Timur Asing bukan Tionghoa, oleh Balai Harta Peninggalan (BHP).

Bagaimana dengan Perkawinan Campur antara Tionghoa dan Pribumi?

*Jika Surat Keterangan Waris akan dibuat untuk perkawinan campur antar WNI

141218051549-muslim-tionghoa-dalam-perspektif-berbeda

Jika pembuatan Surat Keterangan Waris untuk warga negara yang berasal dari perkawinan campuran antara ketiga golongan tersebut diatas maka pembuatan Surat Keterangan Waris menurut pihak yang meninggal. Misalnya Surat Keterangan Waris yang akan dibuat adalah untuk pernikahan WNI pribumi dengan WNI keturunan Tionghoa. Jika yang meninggal adalah WNI pribumi, maka Surat Keterangan Warisnya dibuat di bawah tangan saja seperti pembuatan SKW pada penduduk pribumi biasa walaupun ahli warisnya ada yang WNI keturunan Tionghoa. Tetapi apabila yang meninggal adalah WNI keturunan Tionghoa maka pembuatan Surat Keterangan Warisnya adalah di hadapan notaris dengan didahului pengecekan wasiat.

Jadi, penetapan ahli waris baik yang dikeluarkan oleh pengadilan (Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri) atau akta waris yang dibuat oleh notaris diakui secara hukum. Sehingga, dalam hal ahli waris telah memiliki akta waris yang dibuat oleh notaris, maka yang bersangkutan tidak perlu lagi meminta penetapan ahli waris dari pengadilan.

edith-wharton-quote-but-marriage-is-a-one-long-sacrifice

Di akhir paragraf saya menulis ulang mengenai hukum waris, saya sedikit mengkhayal, Bagaimana ketentuan hukum waris untuk Perkawinan Campuran antara Pribumi Islam dan Tionghoa Non Islam yang mana Ahli Warisnya berbeda – beda Agama/ Keyakinan? Prosedur hukum yang harus ditempuh untuk mendapatkan sebuah Surat Penetapan Waris pasti sangat complicated, di Kelurahan pasti dibilang “Wong kamu Tionghoa, sana ke Notaris atau Pengadilan Negeri”, sampai Notaris, “Loh kamukan Islam, ke Pengadilan Agama ya”, dan lain – lain. Saya jadi berpikir kenapa akhirnya Pribumi menikah dengan sesama Pribumi, begitu pula sebaliknya, jawabannya adalah Ribet kalau mengurus tentang Warisannya. Dan dibandingkan dengan WNI Tionghoa secara tertulis, jauh lebih mudah WNI Pribumi untuk mengurus SKW, so bersyukurlah bagi kamu yan WNI Pribumi terutama soal lebih sederhanya prosedur yang harus ditempuh. Yang kemudian saya masih wandering is, kenapa hukum untuk pemisahan golongan ini masih langgeng ya dalam administrasi pemerintahan di Indonesia? Mungkin wakil rakyatnya masih terlalu sibuk mengurus hal lain, well positive thinking aja yes.

(Sorry if any of you feel hurt cause what I wrote about these okay? No Offense)

Sumber : http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4d9ed1f603631/dasar-hukum-penetapan-waris-dan-akta-waris dan http://asriman.com/surat-keterangan-waris-untuk-beberapa-golongan-penduduk/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s