Syirik Kecil itu namanya Riya

black-abd-white-funny-kid-muslim-Favim.com-2205428

Siang itu, seperti biasanya hari Jumat, kajian jumat dirumah almarhumah Ustadzah Dewi, seperti biasa sebelum kajian pasti dipenuhi cerita dari para jamaah, salah satu jamaah berkata, “Ustadzah, saya punya teman, dia ini lho tidak pernah solat, tapi sok – sokan mau umroh, solat aja tidak pernah, mau ke tanah suci…”. Ustadzah Dewi langsung memotong dengan berkata bahwa kita tidak boleh menghakimi orang karena perbuatan fisik yang tampak oleh manusia, yang boleh untuk menilai apakah manusia itu layak masuk surga atau neraka hanyalah Allah, “… Allah adalah satu – satunya Dzat yang punya Hak Prerogratif untuk menentukan mana Hamba yang baik dan tidak, coba buka Al Kahfi ayat 103 – 105”.

“Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ (QS. 18:103), Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. 18:104). Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan-Nya, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat. (QS. 18:105) 

Ah, kami semua langsung menundukkan pandangan, tak berani kami melihat ustadzah, betapa kami ini masih sangat kufur atas nikmat, masih sangat sombong atas nikmatNya, we though that we’re part of the best human of all… and what we though was wrong…”

Kaaba-820x300

Catatan Kajian hari itu adalah tentang Menjaga Pahala Amal Ibadah,

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.

Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’

Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

tumblr_mswrfcVWoE1qz6yd1o1_1280

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.

Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’

Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

muslim-wedding-photography-uk_006-1440x986

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).

Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’

Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’

04_RAM_01_32-2

Suatu saat Rasulullah SAW memperingatkan pada sahabatnya, “Sesungguhnya yang aku khawatirkan pada kamu sekalian adalah syirik kecil”. Para sahabat bingung, sehingga mereka langsung bertanya, “Apakah syirik kecil itu ya Rasulullah?”. Rasulullah menjawab, “Riya”. (Bukhari dan Muslim). Once Imam Ali said, “See the bad inside yourself, and see the good inside others”.

*Pelan – pelan ya Ustadzah, muridmu masih banyak dosanya, Ustadzah selalu mengingatkan, “Semuanya dikembalikan sama niat ya nduk… Niat… itu yang paling penting”. Al Fatihah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s