Catatan untuk saya (as muslim) kalau keluar negeri lagi (Amin)

DSC02462

Gambar : Pergamon Museum (Berlin)

Saya bukan berasal dari keluarga pesantren atau besar di lingkungan pesantren. Bapak saya hanya seorang guru olahraga di tingkat sekolah menengah atas dan ibu (alm.) seorang guru di sekolah menengah kejuruan.  Namun keduanya membesarkan saya dengan sebaik – baiknya, alarm subuh dari ibu dan omelan bapak di kala maghrib menjadi kenangan bagaimana ibadah solat adalah sangat penting untuk tidak ditinggalkan hanya karena acara TV atau karena mengantuk. Continue reading “Catatan untuk saya (as muslim) kalau keluar negeri lagi (Amin)”

Mengantar manusia pulang kerumah-Nya

Sumber : Catatan Kajian Al. Ustadzah Dewi tahun 2015 dan Buku Lengkap Mengurus Jenazah (Jubair Tablig Syahid)

pexels-photo-207691

“Sekarang ini,….. setinggi – tingginya kamu sekolah, kerja, setinggi – tingginya jabatanmu, sekaya apapun kamu, kalau orang tuamu meninggal atau ada saudara yang meninggal mayoritas pasti akan memanggil orang kampung atau orang lain untuk mengurus jenazahnya, iya apa engga?” Continue reading “Mengantar manusia pulang kerumah-Nya”

Kenapa dia minum alkohol? Dan kamu tidak?

photo-1452562961439-283b44358d48

Ada beberapa alasan kenapa saya menulis artikel ini, atau setidaknya berusaha merewrite what others did. Dua kali saya diberikan kesempatan keluar negeri di negara yang berbeda – beda, I got some cute questions, why, first is, I always want to smile and laugh every time those question came up. Continue reading “Kenapa dia minum alkohol? Dan kamu tidak?”

Syirik Kecil itu namanya Riya

black-abd-white-funny-kid-muslim-Favim.com-2205428

Siang itu, seperti biasanya hari Jumat, kajian jumat dirumah almarhumah Ustadzah Dewi, seperti biasa sebelum kajian pasti dipenuhi cerita dari para jamaah, salah satu jamaah berkata, “Ustadzah, saya punya teman, dia ini lho tidak pernah solat, tapi sok – sokan mau umroh, solat aja tidak pernah, mau ke tanah suci…”. Ustadzah Dewi langsung memotong dengan berkata bahwa kita tidak boleh menghakimi orang karena perbuatan fisik yang tampak oleh manusia, yang boleh untuk menilai apakah manusia itu layak masuk surga atau neraka hanyalah Allah, “… Allah adalah satu – satunya Dzat yang punya Hak Prerogratif untuk menentukan mana Hamba yang baik dan tidak, coba buka Al Kahfi ayat 103 – 105”. Continue reading “Syirik Kecil itu namanya Riya”

Bersyukurlah Kalau Kamu adalah “Pribumi” di Indonesia

Berawal dari sebuah telepon yang menanyakan perihal status apartemen milik suaminya yang telah meninggal dan anak – anaknya masih dibawah umur. “Maaf bu sebelumnya, Ibu Pribumi atau Tionghoa?”, “Maaf bu, Ibu Islam atau Non Islam”. Untuk sesaat, rasanya pertanyaan tersebut sangat rasis mengingat kita sudah hidup di era yang menjunjung demokrasi dan equality. Berikut sedikit gambaran kenapa saya mengatakan bersyukurlah kalau kamu adalah Pribumi di Indonesia bilamana dilihat dari perspektif hukum waris.

Untuk kamu yang WNI Pribumi

kacar-kucur

Untuk WNI pribumi, Continue reading “Bersyukurlah Kalau Kamu adalah “Pribumi” di Indonesia”