Bersyukurlah Kalau Kamu adalah “Pribumi” di Indonesia

Berawal dari sebuah telepon yang menanyakan perihal status apartemen milik suaminya yang telah meninggal dan anak – anaknya masih dibawah umur. “Maaf bu sebelumnya, Ibu Pribumi atau Tionghoa?”, “Maaf bu, Ibu Islam atau Non Islam”. Untuk sesaat, rasanya pertanyaan tersebut sangat rasis mengingat kita sudah hidup di era yang menjunjung demokrasi dan equality. Berikut sedikit gambaran kenapa saya mengatakan bersyukurlah kalau kamu adalah Pribumi di Indonesia bilamana dilihat dari perspektif hukum waris.

Untuk kamu yang WNI Pribumi

kacar-kucur

Untuk WNI pribumi, Continue reading “Bersyukurlah Kalau Kamu adalah “Pribumi” di Indonesia”